Salah satu kunci sukses agar dapat bersaing di pasar global adalah kemampuan untuk memenuhi atau melampaui standar-standar yang berlaku. Peningkatan kompetisi global telah menimbulkan pengharapan konsumen yang semakin besar berkaitan dengan kualitas (Simmon dan White, 1999). Oleh karena itu menjadi sangat penting bagi perusahaan untuk memperoleh suatu jaminan kualitas yang menandakan perusahaan memenuhi standar kualitas yang baik. Untuk menjamin adanya keseragaman dalam kualitas, maka perlu dibentuk standar-standar yang sama pula. Dengan cara ini maka apa yang dianggap sebagai produk yang berkualitas di suatu negara juga akan dapat diterima di negara lainnya. Ini merupakan aspek penting dalam liberalisasi perdagangan.
Salah satu standar mutu yang telah diakui banyak kalangan bisnis adalah ISO 9000. ISO 9000 dikeluarkan pertama kali oleh International Organization for Standardization (ISO) yang berkedudukan di Jenewa, Swiss. Standar ISO 9000 menjadi wajib bagi banyak produsen untuk dapat bersaing di pasar internasional, dengan menunjukkan konsistensi mutu produk yang dihasilkan. Untuk itu Indonesia menjadi salah satu negara yang mengadopsi sepenuhnya ISO 9000 ini menjadi Standar Nasional Indonesia 19-9000 (SNI 19-9000), sehingga sedikit banyak memberikan dorongan pada produsen Indonesia untuk memproduksi dengan cara-cara yang lebih baik, efektif, dan produktif. Dengan kata lain sertifikat ISO 9000 dapat digunakan sebagai ticket bisnis bagi perusahaan dalam perdagangan bebas yang penuh persaingan. Sertifikat ISO 9000 merupakan sertifikat yang menandakan bahwa perusahaan telah dinilai dan hasilnya telah memenuhi persyaratan – persyaratan yang sesuai dengan standar ISO. ISO 9000 tidak hanya merupakan jaminan tentang mutu produk, tetapi juga terhadap seluruh proses produksinya mulai dari pemilihan bahan baku, sumber daya manusia, pengolahan, peralatan sampai dengan pembuangan limbah industrinya (Rudy, 1996).
Pada kenyataannya, ISO 9000 tidak diragukan lagi merupakan standar yang paling berpengaruh dari standar serupa di seluruh dunia. Penerimaan cepat atas ISO 9000 ini menunjukkan bahwa perusahaan mendapati bahwa standar tersebut ditetapkan dengan baik dan layak diamati meskipun tidak ada bukti nyata bahwa standart ini benar-benar baik atau benar-benar buruk (Simmon dan White, 1999). Apabila suatu perusahaan telah memperoleh sertifikat ISO 9000 akan diperoleh beberapa manfaat antara lain meningkatkan kepuasan dan kepercayaan pelanggan melalui jaminan kualitas yang terorganisasi dan sistematis. Sertifikat ISO 9000 menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kebijakan, prosedur, dan instruksi kualitas yang telah direncanakan dengan baik. ISO 9000 menghasilkan peningkatan kinerja operasi melalui pengurangan proses tindakan korektif dan penghapusan, meningkatkan profitabiliats, dan keunggulan pemasaran yang berasal dari pengakuan internasional atas logo ISO 9000. Keunggulan semacam itu secara khusus penting untuk perusahaan dengan strategi penjualan internasional (Simmon dan White, 1999).
Oleh karena itu dengan memperoleh sertifikat ISO 9000, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pendapatan perusahaan, melalui peningkatan nilai penjualan produk yang berkualitas dan memiliki harga yang kompetitif, dimana setelah memperoleh sertifikat ISO 9000, tingkat penjualan perusahaan baik penjualan domestik maupun penjualan asing dapat lebih meningkat dibandingkan sebelum perusahaan memiliki sertifikat ISO 9000. Penelitian ini mencoba menemukan bukti empiris apakah ada perbedaan pertumbuhan domestik (domestic sales growth) dan pertumbuhan penjualan asing (foreign sales growth) perusahaan manufaktur yang telah memiliki ISO seri 9000 di Bursa Efek Jakarta.
Download artikel lengkap
iso-and-sales-growth.doc
dima data tentang perusahaan ber=iso dapat diperoleh
Comment by iwan — March 3, 2007 @ 1:52 am |